March 3, 2007

Kebahagiaan adalah sebuah pilihan

Pada suatu zaman di Tiongkok, hiduplah seorang
jenderal besar yang selalu
menang dalam setiap pertempuran. Karena itulah, ia
dijuluki "Sang Jenderal
Penakluk" oleh rakyat.

Suatu ketika, dalam sebuah pertempuran, ia dan
pasukannya terdesak oleh
pasukan lawan yang berkali lipat lebih banyak.
Mereka melarikan diri, namun
terangsak sampai ke pinggir jurang. Pada saat itu
para prajurit Sang
Jenderal menjadi putus asa dan ingin menyerah kepada
musuh saja. Sang
Jenderal segera mengambil inisiatif, "Wahai seluruh
pasukan, menang-kalah
sudah ditakdirkan oleh dewa-dewa. Kita akan
menanyakan kepada para dewa,
apakah hari ini kita harus kalah atau akan menang."
Saya akan melakukan tos
dengan keping keberuntungan ini! Jika sisi gambar
yang muncul, kita akan
menang. Jika sisi angka yang muncul, kita akan
kalah! Biarlah dewa-dewa
yang menentukan!" seru Sang Jenderal sambil
melemparkan kepingnya untuk
tos. Ternyata sisi gambar yang muncul! Keadaan itu
disambut histeris oleh
pasukan Sang Jenderal, "Hahaha. dewa-dewa di pihak
kita! Kita sudah pasti
menang!!!" Dengan semangat membara, bagaikan
kesetanan mereka berbalik
menggempur balik pasukan lawan. Akhirnya, mereka
benar-benar berhasil
menunggang-langgangkan lawan yang berlipat-lipat
banyaknya.

Pada senja pasca-kemenangan, seorang prajurit
berkata kepada Sang Jenderal,
"Kemenangan kita telah ditentukan dari langit,
dewa-dewa begitu baik
terhadap kita." Sang Jenderal menukas, "Apa iya
sih?" sembari melemparkan
keping keberuntungannya kepada prajurit itu. Si
prajurit memeriksa kedua
sisi keping itu, dan dia hanya bisa melongo ketika
mendapati bahwa ternyata
kedua sisinya adalah gambar.

Memang dalam hidup ini ada banyak hal eksternal yang
tidak bisa kita ubah;
banyak hal yang terjadi tidak sesuai dengan kehendak
kita. Namun demikian,
pada dasarnya dan pada akhirnya, kita tetap bisa
mengubah pikiran atau sisi
internal kita sendiri: untuk menjadi bahagia atau
menjadi tidak berbahagia.
Jika bahagia atau tidak bahagia diidentikkan dengan
nasib baik atau nasib
buruk, jadi sebenarnya nasib kita tidaklah
ditentukan oleh siapa-siapa,
melainkan oleh diri kita sendiri. Ujung-ujungnya,
kebahagiaan adalah sebuah
pilihan proaktif.

"The most proactive thing we can do is to 'be
happy'," begitu kata Stephen
R. Covey dalam buku 7 Habits-nya.

Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)

No comments: