March 7, 2007

The Serenity Prayer

God grant me the serenity
To accept the things I cannot change;
Courage to change the things I can;
And wisdom to know the difference;


Living one day at a time;
Enjoying one moment at a time;
Accepting hardship as the pathway to peace;
Taking, as He did;
This sinful world as it is;
Not as I would have it.

Trusting that He will make all things right;
If I surrender to His will;
That I maybe reasonably happy in this life;
And suppremely happy with Him;
Forever in the next

Amen

By Reinhold Niebuhr
Posted by Picasa

"Gerilya"

Selama beberapa bulan terakhir kami menjalani usaha secara "Gerilya",
kenapa disebut "Gerilya", karna cara yang kami gunakan adalah dengan memilih beberapa
teman yang kami minta untuk menjualkan barang dagangan kami, tanpa mereka barang-
barang dagangan kami hanya akan menumpuk dirumah dari hari Senin sampai Jum'at, baru
Sabtu dan Minggu kami bisa menjualnya. Maklumlah, saat ini kami masih jadi "manusia amphibi" menurut bahasanya Pak Hadi, hehehe mau pindah kuadran koq kayaknya sulit sekali yaaa.

Impian kami untuk segera berpindah dari kuadran kiri ke kuadran kanan rasanya sudah sangat mendesak, mengingat masih banyak impian-impian kami yang masih jauh dari terwujud.
Dengan cara "Gerilya" inilah kami harapkan dalam waktu beberapa bulan kedepan, kami bisa meluncurkan status kami yang baru yaitu "Penghuni Kuadran Kanan"

Walaupun begitu, masih banyak kendala yang kami hadapi, misalnya keterbatasan dana untuk modal, yang akhirnya membuat partner "Gerilya" kami berteriak, karna barang-barang dagangan yang kami beri untuk mereka masih sangat terbatas jumlahnya.

Kami tau, apa yang kami jalankan saat ini harus kami lakukan dengan penuh kesabaran dan Doa, karna suatu hari, kami akan merasakan hasilnya.

Dear Lord,
I surrender all
All to Thee my Blessed Savior
I surrender all

March 3, 2007

Kebahagiaan adalah sebuah pilihan

Pada suatu zaman di Tiongkok, hiduplah seorang
jenderal besar yang selalu
menang dalam setiap pertempuran. Karena itulah, ia
dijuluki "Sang Jenderal
Penakluk" oleh rakyat.

Suatu ketika, dalam sebuah pertempuran, ia dan
pasukannya terdesak oleh
pasukan lawan yang berkali lipat lebih banyak.
Mereka melarikan diri, namun
terangsak sampai ke pinggir jurang. Pada saat itu
para prajurit Sang
Jenderal menjadi putus asa dan ingin menyerah kepada
musuh saja. Sang
Jenderal segera mengambil inisiatif, "Wahai seluruh
pasukan, menang-kalah
sudah ditakdirkan oleh dewa-dewa. Kita akan
menanyakan kepada para dewa,
apakah hari ini kita harus kalah atau akan menang."
Saya akan melakukan tos
dengan keping keberuntungan ini! Jika sisi gambar
yang muncul, kita akan
menang. Jika sisi angka yang muncul, kita akan
kalah! Biarlah dewa-dewa
yang menentukan!" seru Sang Jenderal sambil
melemparkan kepingnya untuk
tos. Ternyata sisi gambar yang muncul! Keadaan itu
disambut histeris oleh
pasukan Sang Jenderal, "Hahaha. dewa-dewa di pihak
kita! Kita sudah pasti
menang!!!" Dengan semangat membara, bagaikan
kesetanan mereka berbalik
menggempur balik pasukan lawan. Akhirnya, mereka
benar-benar berhasil
menunggang-langgangkan lawan yang berlipat-lipat
banyaknya.

Pada senja pasca-kemenangan, seorang prajurit
berkata kepada Sang Jenderal,
"Kemenangan kita telah ditentukan dari langit,
dewa-dewa begitu baik
terhadap kita." Sang Jenderal menukas, "Apa iya
sih?" sembari melemparkan
keping keberuntungannya kepada prajurit itu. Si
prajurit memeriksa kedua
sisi keping itu, dan dia hanya bisa melongo ketika
mendapati bahwa ternyata
kedua sisinya adalah gambar.

Memang dalam hidup ini ada banyak hal eksternal yang
tidak bisa kita ubah;
banyak hal yang terjadi tidak sesuai dengan kehendak
kita. Namun demikian,
pada dasarnya dan pada akhirnya, kita tetap bisa
mengubah pikiran atau sisi
internal kita sendiri: untuk menjadi bahagia atau
menjadi tidak berbahagia.
Jika bahagia atau tidak bahagia diidentikkan dengan
nasib baik atau nasib
buruk, jadi sebenarnya nasib kita tidaklah
ditentukan oleh siapa-siapa,
melainkan oleh diri kita sendiri. Ujung-ujungnya,
kebahagiaan adalah sebuah
pilihan proaktif.

"The most proactive thing we can do is to 'be
happy'," begitu kata Stephen
R. Covey dalam buku 7 Habits-nya.

Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)

March 2, 2007

Tambahan modal

Masih ingat waktu kami menggadaikan cincin pernikahan kami, (baca postingan "Yang tergadaikan") pada saat itu cincin pernikahan kami dihargai oleh pegadaian sebesar Rp. 1.200.000,- uang tersebut kami gunakan untuk membeli barang-barang dagangan dan menjualnya kembali seperti 3 buah Selimut dari Pak Hadi, pakaian-2 remaja, daster, kaus dll .
Dan mulailah kami berdagang dengan dagangan kami sendiri, tetapi masih ada juga teman yang menitipkan dagangan untuk kami jual.

Pada saat penghitungan keuntungan, eh, ternyata yang tadinya cuma Rp. 1.200.000,-, sekarang 
sudah berlipat jadi Rp. 2.400.000,- itu karna kami dibantu dengan menjual Selimut Jepang yang 
memberikan keuntungan 100% dari harga modal kami, dan masih ditambah dengan keuntungan 
dari dagangan teman yang kami jual tanpa modal.

Kami berusaha untuk tetap mendisiplinkan diri dengan tidak mencampur uang hasil dagangan 
dengan keuangan rumah tangga, karna nantinya uang hasil dagangan inilah yang akan kami 
gunakan kembali untuk Tambahan Modal selanjutnya.

February 26, 2007

Mengikut jejak Pak Hadi

Mengikuti jejak Pak Hadi, kami juga menawarkan teman-teman untuk menjual selimut Jepang ini dengan berbagi keuntungan 
tentunya
. Sudah ada beberapa teman yang tertarik, mudah-mudahan mereka juga bisa menjalankan usaha selimut ini seperti kami.

Thanks to Pak Hadi, yang melalui tulisan-tulisannya senantiasa memberi inspirasi bagi kami.
God bless U Pak Hadi 

February 12, 2007

Customer Selimut Jepang Pertama kami

Waaah... akhirnya sesudah menawarkan ke beberapa teman, ada yang pesan selimut Jepang dari Pak Hadi, seneeeeeng deh, dia belinya 2 pcs looo, dan komentarnya OK juga, katanya "Murah banget sih?" kami jual Rp. 150.000, tapi menurut dia kemurahan.

Laris manisssss.....
Posted by Picasa

February 2, 2007

Mengambil Peluang Menyambut Imlek


 Gong Xi Fat Choi!!

Menyambut Imlek tahun ini, kami menghadirkan Kue Keranjang bikinan sendiri.
Rasa terjamin, harga murah dan yang pasti ini adalah "Must buy item"
Berat @ 500 gr, Harga : Rp. 15.000,-/Kg
Minimum Order : 1 Kg

Mudah-mudahan laku seperti Selimut Jepang, yang kata Pak Hadi bagai kacang goreng

Gong Xi!!


Don’t limit yourself. Many people limit themselves to what they think they can do. You can go as far as your mind lets you. What you believe, remember, you can achieve. By Mary Kay Ash




January 22, 2007

Lapis Legit & Bika Ambon Medan

Hari minggu ada sodara bawain kue, eh, enak banget, kebetulan emang kedoyanan nih, ngobrol-ngobrol, malah jadi kepikiran mo jual kue sekalian. Sodara juga stuju, dia yang bikin, kami yang jualin, sambil jalan aja, jual pakaian sambil nawarin kue.... kayaknya seru juga.

Please welcome...

Lapis Legit & Bika Ambon Medan


hehehe


Posted by Picasa

January 13, 2007

Hari Sabtu, istirahat?... atau bisnis?...

Hari sabtu biasanya dipake untuk beres-beres dirumah, masak, trus istirahat, tapi sabtu ini lain, 
karna rencananya mau digunakan untuk melakukan kunjungan ke 
beberapa tempat.

Start jam 8.30 dari rumah, saya harus mampir ke kantor sebentar, 
untungnya rumah dekat 
dengan kantor, jadi ngga perlu waktu lama untuk kesana. Dari kantor, jam 9.30 berdua 
dengan suami boncengan menuju PGMTA. pingin beli beberapa item pesanan tetangga.

Keliling-keliling, dah dapat item-item yang dicari, kami putuskan untuk mampir ke Toko sepatu
Pak Hidayat, trus sempat ngobrol-ngobrol dengan kakaknya Pak Hidayat mengenai bisnis sepatu.

Ternyata diluar hujan besar, sedih deh, tadi diparkiran nggak nitipin jaket dan helm ke penitipan, pasti basah deh.

Sambil duduk menunggu hujan reda, jadi teringat, jumat malam yang lalu, saya nungguin suami pulang sambil bingung karna sudah jam 9 koq belum sampai juga, rupanya lagi ngurus dagangan juga, bersyukur sekali punya suami yang nggak pernah pesimis dengan rencana-rencana bisnis yang dijalani sekarang, buktinya hari ini juga dia mau ikut nganter belanja.

Selesai hujan, kami keluar, looo koq helm & jaketnya nggak ada semua?... ooo puji Tuhan karna mas tukang parkirnya baik banget, helm dan jaket-jaket yang ngga dititip diangkat waktu hujan tadi. Ternyata di jakarta masih ada tolong menolong juga loo.. ngga semuanya egois.

Nah...keluar dari situ, kita rencananya mau ke tokonya Pak Hadi nih, di Rawa Bebek - Bekasi, tapi perut dah laper, jadi kami cari makan dulu. Sudah kenyang baru jalan lagi menuju Bekasi.

Huaaa jauh booo, tenteng belanjaan aja berat, ditambah hujan, trus jauuh... pegel banget nih. Tapi syukurlah, setelah tanya sana sini sampai juga akhirnya di Radisha Distro milik Pak Hadi dan Ibu Ami (yang kata Pak Hadi di emailnya adalah staff nya hehehe)

Nunggu sebentar datang juga Bu Ami bawa Selimut Jepang yang pertama kali saya lihat di blog nya Pak Hadi. Ngobrol-ngobrol tentang selimut, ngalor ngidul dari daster sampai ke gamis dll. Masih sempet mampir ke rumah Pak Hadi untuk lihat jenis-jenis selimut Jepang tadi, 
memang bagus banget looo dan kalau dibandingkan dengan harganya, 
mutunya jauh diatas harganya.

Kami juga berkesempatan bertemu langsung dengan Pak Hadi yang selama beberapa hari ini cuma saya kenal lewat blog nya dan email. Cerita-cerita pengalaman kami memulai usaha dagang yang jauh dari kategori bisnis. Pak Hadi juga mengundang kami ke acara komunitas TDA, tapi sayang, kami ngga bisa hadir, mudah-mudahan lain kali ya Pak.

Dari situ kami langsung pulang, untuk istirahat sebentar, karna malamnya kami harus berkeliling mengambil barang dagangan yang kami titip di beberapa teman di Lenteng Agung dan Depok.

Capek juga sih, tapi puas karna sudah ada perubahan pola kegiatan kami di hari Sabtu.
 

January 10, 2007

Yang Tergadaikan

 
Ucapan syukur tak hentinya kami naikan pada Yang Kuasa, karna kasihNya, kami boleh menjalankan segala kegiatan kami. Hari ini, kami harus mengambil keputusan mengenai rencana usaha kami.

Awal tahun 2007, kami merencanakan untuk mulai berdagang pada bulan Maret/April, tapi kenyataannya lain, saat ini kami sudah mulai menerima order dari kerabat terdekat, sekecil apapun itu, pastinya diperlukan modal.

Kami memutar otak bagaimana caranya mendapatkan modal. Henry berinisiatif untuk meminjam pada kakaknya, tapi Debby memilih untuk menggunakan aset sendiri, tapi aset apa yang kami miliki? satu-satunya hanya cincin pernikahan kami.

Dengan berat hati, tapi yakin, pagi ini Henry menggadaikan cincin pernikahan kami, melangkah dengan doa, agar kami mampu menebus kembali cincin itu suatu hari nanti.

January 3, 2007

Belajar usaha

Sejak awal January 2007, keinginan yang paling besar adalah memiliki usaha 
sampingan, tapi masih belum ketemu idenya, cari-cari di internet dan ketemu beberapa blog yang isinya berguna banget buat orang-orang seperti saya ini, bisa dianggap mentor juga isi blog mereka, contohnya Pak Hadi dan Pak Ronny, isi blog mereka banyak yang membuka mata dan pikiran saya dalam memilih usaha yang akan dijalankan.

Dalam Blog nya, mereka juga melampirkan beberapa contoh kawan-kawan yang sudah mulai menjalankan usaha sendiri, mereka juga tergabung dalam komunitas TDA, walaupun saya belum bergabung dalam komunitas tersebut, tetapi terus terang, saya merasa banyak mendapat bimbingan dan pencerahan.

Minggu ke 2 January sudah mulai menjual beberapa produk teman, sabtu besok rencananya mau ke Tanah Abang, sekalian mampir ke toko nya Pak Hadi